Senin, 13 Oktober 2014

REVIEW JURNAL KOMUNIKASI DATA PROTOKOL



Identitas
Jurnal yang direview adalah sebuah jurnal protokol komunikasi data yang di susun oleh Lisna Maulida. Jurnal ini berjudul “komunikasi data” yang diterbitkan pada tahun 2012 dengan jumlah 1-30 halaman.

Abstrak
Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi. Sebenarnya komunikasidapat terjadi menggunakan protocol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protocol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer  bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol mengimplementasikansalah satu atau lebih dari lapisan – lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protocol komunikasi, tetapi semua memelihara pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol jaringan dan protocol routing.Protocol LAN beroprasi pada lapisan fisik dan data link dari model OSI sertamendefinisikan komunikasi dari macam – macam media LAN. Protocol WAN beroprasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendifinisikan dari macam – macamWAN. Protocol routing adalah protocol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Akhirnya protocol jaringan terdiri dari berbagai protocol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protocol.

REVIEW JURNAL MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI, KEMANDIRIAN, DAN PENYESUAIAN DIRI KARYAWAN



IDENTITAS
Jurnal yang berjudul Meningkatkan Motivasi Berprestasi, Kemandirian, Dan Penyesuaian Diri Karyawan dibuat oleh bapak Siswono Legowo pada tahun 2012 dengan mengambil refrensi dari Bailey, R.W. (1982), Baskorowati Indah. (1987), Calvin, S. Hall & Gurner, Linzey. (1993), Coleman. (1995), Kustartini. (1971), Miftah Thoha. (1983), Mulyani, M. (1982), Munawir Yusuf. (1999), Salovey & Mayor. (1990), Sawaf, Ayman. (1999), dan Sudita. (1989)

LATAR BELAKANG
Kepribadian menurut Allport dalam Calvin & Gurner (1993) adalah sesuatu dan berbuat sesuatu artinya kepribadian dalam apa yang ada dibalik perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu. Dalam hal ini perbuatan seseorang akan selalu mencerminkan kepribadian seseorang karena kepribadian adalah organisasi dinamik dalam individu atas sistemsistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungan. Adapun beberapa ahli meninjau kepribadian itu self atau aku atau yang memberikan keunikan kepada perilaku seseorang sehingga dapat dinyatakan pula otonomi dari kepribadian seseorang. Adapun aspek-aspek kepribadian yang akan melatarbelakangi perilaku individu tersebut antara lain motivasi untuk berprestasi, kemandirian, penyesuaian diri, serta kecerdasan emosinya. Kualitas organik tingkah laku manusia tidak dapat dilepaskan antara satu bagian tingkah laku dengan semua bagian dalam pribadi yang berfungsi. Untuk memahami tingkah laku, individu perlu memahami secara umum, faktor-faktor lingkungan dan secara khusus daya-daya lingkungan.

REVIEW JURNAL KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH



IDENTITAS
Jurnal yang berjudul kepemimpinan dalam berbasis sekolah di terbitkan oleh bapak Mulyo Prabowo pada tahun 2011 dengan mengambil refrensi dari Agus Dharma. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah (www.ed. Manajemen Berbasis Sekolah.html). American Association of School Administrators, National Association of Elementary School Principals, and National Association of Secondary School Principals. 1988. School-Based Management: A Strategy for Better Learning. Arlington, Virginia. Cynthia D. McCauley, Russ S. Moxley, Ellen Van Velsor. 1998. The Centre For Creative Leadership: Handbook of Leadership Development. San Francisco: Jossey-Bass Publisher Kotter, John. 1996. Leading Change. Boston, Massachusetts: Harvard Business School Press.

LATAR BELAKANG
Sejarah persekolahan di Indonesia sudah dimulai sejak jaman penjajahan dengan segala permasalahannya. Sejak Indonesia merdeka, ekspektasi negara, masyarakat, dan keluarga terhadap sekolah sedemikian besar,  sehingga setiap pemerintahan di negara ini selalu menjadikan isu pendidikan dan sekolah menjadi sentral untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa negara sangat “concern” dalam rangka legitimasi pemerintahannya.