Jumat, 14 November 2014

SEJARAH PERKEMBANGAN GAME

             Dalam sejarah kehidupan manusia, game selalu ada dan terus diminati oleh berbagai kalangan di segala usia. Keberadaannya begitu ditunggu untuk melepaskan rasa penat setelah seharian belajar ataupun bekerja. Selain itu, gamejuga telah mengisi masa kecil setiap orang sehingga mengakibatkan suatu nostalgia tersendiri ketika dibahas kembali pada saat ini.
            Game sendiri sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk permainan tradisional. Di berbagai negara, terdapat permainan tradisional tersendiri sesuai dengan budaya masing-masing negara. Namun, penulis saat ini tidak membahas tentang sejarah game tradisional. Penulis berfokus pada sejarah perkembangan game pada masa munculnya konsol dan video games.
            Penulis akan membahas 3 sejarah game berdasarkan tipenya, yaitu: sejarahgame secara  umum, sejarah game PC, dan sejarah game smartphone. Di sini, dapat dilihat bahwa terdapat beberapa perbedaan antara satu tipe game dengan tipe lainnya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya untuk sejarah masing-masing tipe game.

Sejarah Game Secara Umum
            Sebelum video games muncul dengan tanpilan modern seperti pada saat ini, masih banyak orang yang belum mengenal komputer dan perkembangan teknologi informasi saat itu masih lambat. Ketika itu, komputer memiliki biaya mahal, membutuhkan ruang yang luas, konsumsi daya yang besar, dan kebutuhan staf terlatih untuk mengoperasikannya. Hal ini menyebabkan adanya lingkungan yang membenarkan penggunaan komputer untuk ilmu pengetahuan dan bisnis kerja yang serius.
            Sebagian besar penciptaan permainan pada awalnya hanya untuk pengujian teori-teori yang berkaitan dengan bidang-bidang seperti interaksi manusia-komputer, belajar adaptif, dan strategi militer. Karena penciptaan awalnya yang masih serampangan dan kurangnya kepedulian dalam melestarikan game pada saat itu, merupakan suatu kesulitan tersendiri untuk menentukan video games pertama. Beberapa yang dianggap sebagai game pertama adalah Nimrod (1951), OXO (1952), dan Hutspiel (1955).
            Salah satu game yang paling menonjol di antara semua game pada awal penciptaannya adalah Tennis for Two (1958). Game ini diciptakan pertama kali oleh fisikawan William Higinbotham untuk menghibur tamu di hari pengunjung tahunan yang diadakan Brookhaven National Laboratory. Tennis for Two menampilkan lapangan tenis pada osiloskop dimana dua pemain menggunakan kontroler berbentuk kotak dengan tombol untuk lintasan dan tombol untuk memukul bola. Permainan ini sempat populer, namun akhirnya dibongkar untuk kebutuhan lain.

KESIMPULAN DARI TEORI KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI, MOTIVASI, PENGEMBANGAN KARIR DAN KONFLIK DITEMPAT KERJA

KEPEMIMPINAN
Pemimpin adalah suatu peran dalam sistem tertentu karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang dan pemimpin juga merupakan seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. Dan pemimpin seseorang yang bertanggung jawab penuh dengan bawahannya dan kerjaannya. Oleh karena itu seorang pemimpin adalah perkerjaan yang berat karena dia bertanggung jawab atas semua perkataan dan perbuatan pemimpin dan bawahan.


KOMUNIKASI
 Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama.Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci. Dan menurut saya komunikasi adalah sebuah jalan yang menghubungkan kedekatan antara atasan dengan bawahan, Teman dengan sahabatnya, Dan anak dengan orang tuanya. Karena komunikasi menghindarkan kita akan sebuah perselisihan,pertentangan, dan ketidaksamaan seseorang kepada individu maupun kelompok


Senin, 13 Oktober 2014

REVIEW JURNAL KOMUNIKASI DATA PROTOKOL



Identitas
Jurnal yang direview adalah sebuah jurnal protokol komunikasi data yang di susun oleh Lisna Maulida. Jurnal ini berjudul “komunikasi data” yang diterbitkan pada tahun 2012 dengan jumlah 1-30 halaman.

Abstrak
Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi. Sebenarnya komunikasidapat terjadi menggunakan protocol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protocol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer  bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol mengimplementasikansalah satu atau lebih dari lapisan – lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protocol komunikasi, tetapi semua memelihara pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol jaringan dan protocol routing.Protocol LAN beroprasi pada lapisan fisik dan data link dari model OSI sertamendefinisikan komunikasi dari macam – macam media LAN. Protocol WAN beroprasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendifinisikan dari macam – macamWAN. Protocol routing adalah protocol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Akhirnya protocol jaringan terdiri dari berbagai protocol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protocol.

REVIEW JURNAL MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI, KEMANDIRIAN, DAN PENYESUAIAN DIRI KARYAWAN



IDENTITAS
Jurnal yang berjudul Meningkatkan Motivasi Berprestasi, Kemandirian, Dan Penyesuaian Diri Karyawan dibuat oleh bapak Siswono Legowo pada tahun 2012 dengan mengambil refrensi dari Bailey, R.W. (1982), Baskorowati Indah. (1987), Calvin, S. Hall & Gurner, Linzey. (1993), Coleman. (1995), Kustartini. (1971), Miftah Thoha. (1983), Mulyani, M. (1982), Munawir Yusuf. (1999), Salovey & Mayor. (1990), Sawaf, Ayman. (1999), dan Sudita. (1989)

LATAR BELAKANG
Kepribadian menurut Allport dalam Calvin & Gurner (1993) adalah sesuatu dan berbuat sesuatu artinya kepribadian dalam apa yang ada dibalik perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu. Dalam hal ini perbuatan seseorang akan selalu mencerminkan kepribadian seseorang karena kepribadian adalah organisasi dinamik dalam individu atas sistemsistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungan. Adapun beberapa ahli meninjau kepribadian itu self atau aku atau yang memberikan keunikan kepada perilaku seseorang sehingga dapat dinyatakan pula otonomi dari kepribadian seseorang. Adapun aspek-aspek kepribadian yang akan melatarbelakangi perilaku individu tersebut antara lain motivasi untuk berprestasi, kemandirian, penyesuaian diri, serta kecerdasan emosinya. Kualitas organik tingkah laku manusia tidak dapat dilepaskan antara satu bagian tingkah laku dengan semua bagian dalam pribadi yang berfungsi. Untuk memahami tingkah laku, individu perlu memahami secara umum, faktor-faktor lingkungan dan secara khusus daya-daya lingkungan.

REVIEW JURNAL KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH



IDENTITAS
Jurnal yang berjudul kepemimpinan dalam berbasis sekolah di terbitkan oleh bapak Mulyo Prabowo pada tahun 2011 dengan mengambil refrensi dari Agus Dharma. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah (www.ed. Manajemen Berbasis Sekolah.html). American Association of School Administrators, National Association of Elementary School Principals, and National Association of Secondary School Principals. 1988. School-Based Management: A Strategy for Better Learning. Arlington, Virginia. Cynthia D. McCauley, Russ S. Moxley, Ellen Van Velsor. 1998. The Centre For Creative Leadership: Handbook of Leadership Development. San Francisco: Jossey-Bass Publisher Kotter, John. 1996. Leading Change. Boston, Massachusetts: Harvard Business School Press.

LATAR BELAKANG
Sejarah persekolahan di Indonesia sudah dimulai sejak jaman penjajahan dengan segala permasalahannya. Sejak Indonesia merdeka, ekspektasi negara, masyarakat, dan keluarga terhadap sekolah sedemikian besar,  sehingga setiap pemerintahan di negara ini selalu menjadikan isu pendidikan dan sekolah menjadi sentral untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa negara sangat “concern” dalam rangka legitimasi pemerintahannya.

Minggu, 27 April 2014

PROPOSAL KEBUDAYAAN "1000 TANGAN SENI INDONESIA"




PROPOSAL
KERJA SAMA DAN BANTUAN DANA KEGIATAN
1000 TANGAN SENI INDONESIA


DIAJUKAN KEPADA:
PT. Elang Mahkota Teknologi








PANITIA PELAKSANA
1000 TANGAN SENI INDONESIA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014





 KATA PENGANTAR


            Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena berkat ridha-Nya lah kami semua dapat menyelesaikan Proposal “1000 Tangan Seni Indonesia”  ini dengan baik. Proposal ini memberikan arahan agar dapat mengetahui bagaimana mempersiakan kegiatan acara sekaligus mengetuk hati pencinta seni untuk melestarikan seni dan beramal demi seni

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan proposal maupun dalam perencenaan acara yang akan dilaksanakan.

            Kami berharap proposal ini dapat bermanfaat kepada semua pihak. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang ditemui dalam proposal ini. Untuk itu demi perbaikan proposal ini, saran maupun kritikan yang membangun sangat diharapkan.

Bekasi, 24 April 2014



Tim Penyusun





     PROPOSAL
KERJA SAMA DAN BANTUAN “ 1000 TANGAN SENI INDONESIA”
UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang

            Pada jaman sekarang kelajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi ini membuat para remaja dan orang tua lebih condong menggunakan tekonologi dan memainkannya dari pada mencoba dan mempelajari seni. Hal tersebut juga mempengerahui cara kehidupan bangsa, berbudaya, dan sosial pada masyarakat, utamanya di kalangan remaja dan mahasiswa di negeri ini. Memang teknologi mempunyai banyak fungsi terutama dalam masalah sosial, teknologi mampu membantu hubungan sosial yang sudah lama hilang menjadi lebih akbar kembali melalui teknologi. Akan tetapi, teknologi lebih mempunyai hal negative dalam unsur kebudayaan. Karena dengan munculnya teknologi remaja jaman sekarang lebih cendung memilih memainkan dan mempelajari teknologi dibandingkan mempelejari dan memainkan budaya bangsa sendiri.
Menjawab semua persoalan tersebut, masyarakat perlu diberikan jalan dan fasilitas seperti ajang kreativitas dan pengenalan budaya sebagai salah satu solusi dari sekian banyak kegiatan yang bermanfaat. Di samping itu juga untuk mempererat tali persaudaraan yang menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi di dalam sanubari. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa pembinaan dan pengembangan bakat merupakan hasil karya bersama dan rasa kebersamaan seluruh masyarakat. Tanpa kesadaran dan kegotongroyongan semua pihak, akan sulit untuk mengembangkan bangsa ini, bahkan hanya sekedar untuk mempertahankan.


B. Tujuan Kegiatan

             Acara “1000 Tangan Seni Indonesia” ini memiliki maksud dan tujuan sebagai berikut :

11     Menjadikan ajang para pemuda dan senior seni untuk menunjukan kesenian dan keahlian mereka dalam seni
22     Menciptakan rasa ingin tahu dari kalangan masyarakat mengenai budaya dan seni bangsa kita sendiri
33  Menciptakan wadah bagi para seniman untuk membuktikan bahwa seni masih diminati dan ada dihati masyarakat
44      Mengenalkan budaya dan kesenian Indonesia kepada masyarakat luas.
55      Mencari bantuan untuk melestarikan seni Indonesia
66      Menyatukan semua budaya di Indonesia dalam satu acara besar

C. Target Kegiatan

            Acara “1000 Tangan Seni Indonesia” memiliki target yang diharapkan, yaitu :

11      Acara berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan
22      Kegiatan acara ini memiliki nilai positif dimata masyarakat
33      Acara ini dapat lebih mengenalkan budaya Negara sendiri
44      Biaya dan Pemasukan sesuai dengan apa yang tertulis dan terpakai
55      Acara ini mendatangkan partisipasi yang banyak




BAB II
ISI KEGIATAN


A. Daftar Acara
Adapun daftar acara yang diperlombakan dalam kegiatan Acara ini adalah sebagai berikut:

11      Pameran karya seni
22     Pertunjukan tarian daerah
33    Pertunjukan baju adat setiap daerah
44     Pentas musik
55     Pengumpulan 1000 tangan seni Indonesia
66      Pengumpulan dana untuk bakti Sosial





B. Anggaran Biaya

Dana kegiatan ”1000 Tangan Seni Indonesia” yang diperlukan adalah sebesar; Rp. 520.752.000 dengan rincian kebutuhan anggaran sebagaimana terdapat pada lampiran.


C. Pelaksanaan

            Acara “1000 Tangan Seni Indonesia” di selenggaran sesuai jadwal yang telah di tentukan selama 2 hari :

1.      Waktu pelaksanaan

Hari Sabtu tanggal 27 April 2014 , pukul 08.00 s/d Selesai
Hari Minggu tanggal 28 April 2014, pukul 08.00 s/d Selesai
2.      Tempat pelasanaan
Kampus D Universitas Gunadarma

D. Peserta
Acara 100 tangan Seni Indonesia ini diikuti oleh seluruh Mahasiswa Kampus Dan Masyarakat luas di Lingkungan kampus dari tingkat. Tiket masuk dalam Acara ini Gratis untuk Publik maupun Mahasiswa


E. Susunan Kepanitiaan
Pelindung                           : Prof. Dr.E.S Margianti, SE , MM Rektor UG
Penasehat                           : Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Depok
Penanggung Jawab             : Subianto SH

Ketua                                  : Aprido Suginda 
Wakil Ketua                       : Rahmat Hary Setiawan
Sekretaris                            : Ajeng Indahpermatasari
Bendahara                          : Muthia
                                             SarasWati
Anggota :
a.    Seksi Dokumentasi
Evan Albernan
Mugi Musthofa
b.  Seksi Publikasi
Gilang Prakoso
c.  Seksi Konsumsi
Dinda Permatasari
Ichwaludin
d.  Seksi Transportasi dan Keamanan
Yudis
Polisi Pamong Praja Depok
e.  Seksi Penata Panggung dan Ruangan
Fajar
Miftahul Huda
M.Rivai





BAB III
PENUTUP

Demkian proposal kegiatan ini semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengharapkan dukungan dan partsipasi bapak dan ibu. Atas perhatian bapak ibu kami ucapkan terima kasih.

Bekasi, 24 April 2014

Panitia 1000 Tangan Seni Indonesia

Ketua                                                                                             Sekretaris




Aprido Suginda                                                                                 Ajeng Indahpermatasari



Mengetahui,
Rektor Universitas Gunadarma




                                                        Prof. Dr.E.S Margianti, SE , MM





SUMBER :  saidnazulfikar.files.wordpress.com

Sabtu, 26 April 2014

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN



Saya akan menjelaskan unsur-unsur budaya, Unsur-Unsur Kebudayaan  Mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami kebudayaan manusia. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LATIN Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.


Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :

1        1.SISTEM BAHASA
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.

Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat menentukan batas daerah penyebaran suatu bahasa tidak mudah karena daerah perbatasan tempat tinggal individu merupakan tempat yang sangat intensif dalam berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa sering terjadi.
2         
            2.SISTEM PENGETAHUAN
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
Contoh :
a.       Dakwah Islam, memberikan ceramah-ceramah agama yang pada dasarnya mengajak para pendengar untuk melakukan kebaikan.
b.      Bersekolah, terdapat proses belajar mengajar dimana proses tersebut dapat memberikan pengetahuan bagi penuntut ilmu dan menambahkan pengetahuan bagi yang mengajarkan dan yang memberi ilmu tersebut
c.       Buku, didalam buku tidak hanya terdapat bacaan-bacaan yang menunjang ilmu pengetahuan, tetapi buku juga berisi tentang pengalaman dan pembelajaran, dimana didalam buku itu kita dapat mengambil banyak manfaat dan keuntungan.


3  SISTEM KEKERABATAN DAN ORGANISASI SOSIAL
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.

Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.


4.  SISTEM EKONOMI
Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Pada saat ini hanya sedikit sistem mata pencaharian atau ekonomi suatu masyarakat yang berbasiskan pada sektor pertanian. Artinya, pengelolaan sumber daya alam secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam sektor pertanian hanya bisa ditemukan di daerah pedesaan yang relatif belum terpengaruh oleh arus modernisasi.

Pada saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem industri mengubah pola hidup manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan.

       terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
Contoh :
a.       Bekerja, dengan bekerja manusia bisa memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari
b.      Berdagang dan memperoleh keuntungan dari dagangan tersebut
c.       Menuntut ilmu dipergurukan tinggi agar mendapatkan gelar dan memiliki profesi yang diakui dimasyarakat.


5 SISTEM PERALATAN HIDUP DAN TEKNOLOGI
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.

6 SISTEM RELIGI
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif.

7 KESENIAN
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.

Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.

SUMBER : Disalin dari Buku Sekolah Elektronik Antropologi (Siany L, dan Atiek Catur B)