IDENTITAS
Jurnal
yang berjudul Meningkatkan Motivasi Berprestasi, Kemandirian, Dan Penyesuaian
Diri Karyawan dibuat oleh bapak Siswono Legowo pada tahun 2012 dengan mengambil
refrensi dari Bailey, R.W. (1982), Baskorowati Indah. (1987), Calvin, S. Hall & Gurner, Linzey. (1993), Coleman. (1995),
Kustartini. (1971), Miftah Thoha. (1983), Mulyani, M. (1982), Munawir Yusuf.
(1999), Salovey & Mayor. (1990), Sawaf, Ayman. (1999), dan Sudita. (1989)
LATAR BELAKANG
Kepribadian menurut
Allport dalam Calvin & Gurner (1993) adalah sesuatu dan berbuat sesuatu
artinya kepribadian dalam apa yang ada dibalik perbuatan-perbuatan khusus dan
di dalam individu. Dalam hal ini perbuatan seseorang akan
selalu mencerminkan kepribadian seseorang karena kepribadian adalah organisasi dinamik
dalam individu atas sistemsistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya
yang khas terhadap lingkungan. Adapun beberapa ahli meninjau kepribadian itu self
atau aku atau yang memberikan keunikan kepada perilaku seseorang sehingga dapat
dinyatakan pula otonomi dari kepribadian seseorang. Adapun aspek-aspek
kepribadian yang akan melatarbelakangi perilaku individu tersebut antara lain
motivasi untuk berprestasi, kemandirian, penyesuaian diri, serta kecerdasan
emosinya. Kualitas organik tingkah laku manusia tidak dapat dilepaskan antara
satu bagian tingkah laku dengan semua bagian dalam pribadi yang berfungsi.
Untuk memahami tingkah laku, individu perlu memahami secara umum, faktor-faktor
lingkungan dan secara khusus daya-daya lingkungan.
Ciri khusus motivasi yang dibahas secara rinci
ditekankan pada koeksistensi yang menjalin secara fungsional, yang mengiringi
proses psikologis yang berorientasi pada otak sebagai locus atau pusat
kepribadian manusia dan semua bagiannya. Kepribadian berfungsi mengarahkan dalam
diri individu mengintegrasikan konflik-konflik dan rintangan-rintanganyang
dihadapi individu, memuaskan kebutuhan individu dan menyusun rencana untuk masa
depan. Atas dasar inilah dinyatakan bahwa hakikat kepribadian yang abstrak atau
konseptual dan proses pikologis mendasari proses-proses psikologis.
Sesungguhnya imajinasi yang kreatif, merupakan aspek
kepribadian paling kuat meskipun jarang diberi kesempatan untuk berkembang.
Bagi karyawan yang memiliki imajinasi kreatif akan memudahkan dirinya berinteraksi,
menyesuaikan diri terhadap objek maupun subjek dalam pelaksanaan tugasnya.
Tingkah laku seseorang memiliki unsur-unsur tingkah laku. Manusia dipandang dari
segi faktor-faktor penentu atau yang melatarbelakanginya di mana motivasi
merupakan faktor yang penting dalam upaya seseorang memenuhi kebutuhannya.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini diadakan
di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian
diskriptif korelasional dan terdapat tiga variabel bebas, yaitu motivasi berprestasi,
kemandirian, penyesuaian diri, dan data tersebut diperoleh melalui angket,
sedangkan variabel terikat, yaitu prestasi kerja. Tujuan dalam penelitian ini
adalah: (1) ingin megetahui gambaran profil beberapa aspek kepribadian
(motivasi berprestasi, kemandirian dan penyesuaian diri serta prestasi kerja)
Karyawan Universitas Sebelas Maret Surakarta; (2) ingin mengetahui hubungan
masing-masing variabel berbas meliputi motivasi berprestasi, kemandirian dan
penyesuaian diri dengan variabel terikat, yaitu prestasi kerja. Populasi
penelitian ini adalah karyawan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang
berpendidikan sarjana dan termasuk eselon III dan eselon IV yang bekerja
sebagai administrasi pada tahun akademik 1999-2000, yang berjumlah 43 orang.
Dua orang tidak mengikuti karena mengundurkan diri serta 2 orang tidak memenuhi
persyaratan untuk dijadikan subjek penelitian, sehingga populasi berjumlah 39
karyawan dijadikan/diambil sebagai subjek penelitian. Oleh karena itu,
penelitian ini adalah studi populasi.
Sumber data dalam
penelitian ini adalah karyawan esolon III dan IV Universitas
Sebelas Maret Surakarta. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah: untuk variabel bebas meliputi motivasi
berprestasi, kemandirian dan penyesuaian diri, dengan menggunakan angket skala
kecenderungan kepribadian diri. Untuk variabel terikat, yaitu prestasi kerja
digunakan data diskriptif dari skor prestasi kerja masing-masing karyawan
dengan menggunakan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri
Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta, 1998-1999. Analisis data dalam
penelitian ini digunakan teknik statistik diskriptif korelasional. Untuk
memberikan gambaran tentang kondisi kepribadian karyawan digunakan teknik
statistik diskriptif, sedang untuk mengetahui apakah ada hubungan masingmasing
variabel bebas terhadap variabel terikat dan seberapa besar hubungannya
masing-masing variabel digunakan teknik statistik korelasi Pearson, dengan
menggunakan komputer SPSSRelease 6.
Berdasarkan hasil
analisis data-data diperoleh kondisi riil karyawan baik kelemahan maupun
kekurangannya baik yang berkaitan dengan motif berprestasi, kemandirian dan
penyesuaian diri serta prestasi kerja karyawan. Dengan demikian dapat dilakukan
tindak lanjut sehingga berdampak pula pada meningkatnya kinerja serta prestasi
kerja para karyawan sesuai dengan tujuan universitas. Peningkatan tersebut
dapat dilakukan dengan melalui pendidikan formal kejenjang yang lebih tinggi
atau sesuai dengan tuntutan bidang pekerjaan di mana karyawan tersebut
ditugaskan dan atau mengikuti pendidikan nonformal, yaitu short
program,
pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan karyawan yang ditugaskan.
ANALISIS DESKRIPTIF
Seperti telah dikemukakan
dalam bab sebelumnya, dalam penelitian ini ditemukan dua bagian pokok, yaitu:
(1) diskripsi data; dan (2) hasil analisis data. Diskripsi data meliputi hasil
pengukuran terhadap variabel-variabel berikut: autonomy (kemandirian) (A),
motivasi berprestasi (B), penyesuaian diri (PD), dan prestasi kerja (PK) yang
dimiliki staf administrasi UNS tahun akademik 1999/2000. Hasil analisis data
meliputi: analisis korelasi antarvariabel tersebut. Hasil analisis diskriptif
terhadap variabel motivasi berprestasi para staf administrasi UNS periode 1999/
2000 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.
Berdasarkan data Tabel 1
tersebut diperoleh ukuran tendensi sentral ( mean , median , maupun trimmed mean ) antara 17 sampai
dengan 17,846. Atau dapat dikatakan bahwa 50% subjek yang dikaji memiliki skor
motivasi berprestasi berada pada kisaran 16 hingga 20, dengan standar
penyimpangan (deviasi) skor dari tendensi sentral adalah 2,987.
Jika rerata skor motivasi
berprestasi mereka tersebut dikonsultasikan pada skor standar SPPS, maka
skornya 14,96-18,30. Ini berarti bahwa motivasi berprestasi mereka termasuk
pada klasifikasi cukup.
Hasil analisis diskriptif
terhadap variabel autonomy/kemandirian para staf administrasi UNS periode 1999/2000 dapat
dilihat pada Tabel 2 berikut ini.
Berdasarkan data tersebut
diperoleh ukuran tendensi sentral ( mean,
median, maupun trimed mean ) adalah
9. Atau dapat dikatakan bahwa subyek yang dikaji memiliki skor autonomy/kemandirian berentang antara 2
- 17, dan 50% di antara mereka memiliki skor autonomy/kemandirian pada kisaran antara skor 6 hingga 11, dan
dengan standar penyimpangan (deviasi) skor dari tendensi sentral adalah 3,317.
Bila rerata skor autonomy/kemandirian para staf
administrasi UNS tersebut dikonsultasikan pada skor standar EPPS, maka berada
pada rentang skor 6,634-9,79. Ini berarti bahwa autonomy/kemandirian mereka rata-rata termasuk kategori cukup.
Hasil analisis diskriptif
terhadap variabel penyesuaian diri para staf administrasi UNS periode 1999/2000
dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini.
Berdasarkan data Tabel 3
tersebut diperoleh ukuran tendensi sentral ( mean, median, maupun trimed mean) antara 12,69 sampai dengan
13. Atau dapat dikatakan bahwa subyek yang dikaji tersebut memiliki skor
penyesuaian diri berentang antara 6 - 18; dan 50% di antara mereka memiliki
skor yang berkisar antara skor 10 hingga 18 dengan standar penyimpangan
(deviasi) skor dari tendensi sentral adalah 2,637.
Jika rerata skor penyesuaian diri para stat
administrasiUNStersebut dikonsultasikan
pada skor standar SPPS maka berada pada rentang skor
10,54-14,17. Ini berarti bahwa penyesuaian diri mereka rata-rata termasuk pada
tingkatan kurang. Hasil analisis diskriptif terhadap variabel motivasi
berprestasi para staf administrasi UNS periodde 1999/ 2000 dapat dilihat pada
Tabel 4 berikut ini.
Berdasarkan data Tabel 4 tersebut diperoleh skor tendensi
sentral prestasi kerja ( mean, median, maupun trimed mean ) adalah antara 87,231 sampaidengan 88 - 93. Atau dapat
berprestasi dan prestasi kerja yang dikatakan bahwa skor prestasi kerja dimiliki
para staf administrasi UNS yang berentang mulai 82 - 50% subjek dengan koefisien
korelasi r =0,215 atau memiliki skor prestasi kerja antara 84-90, dan dengan standar
penyimpangan (deviasi) dari tendensi sentral adalah 3,207.
Jika rerata skor prestasi kerja para staf administrasi UNS
tersebut dikonsultasikan pada klarifikasi yang ditetapkan, maka berada pada
rentang skor 82 - 88. ini berarti bahwa prestasi kerja mereka rata-rata
termasuk kategori cukup. Memperhatikan hasil analisis deskriptif terhadap empat
variabel yang dikaji dapat dibuat kesimpulan umum bahwa karakteristik
kepribadian mereka (motivasi berprestasi, kemandirian, penyesuaian diri, dan
prestasi kerja) termasuk pada kategori umum. Kesimpulan ini dapat dikatakan
dipercaya karena alasan bahwa skor mereka terhadap empat variabel tersebut
tidak ekstrem (outlers). Data ini
ditunjukkan oleh tidak adanya perbedaan antara besarnya skor setiap
mean variabel dan trimed mean (mean yang telah dihaluskan) dengan
meniadakan 55 data ekstrem terbesar dan 5% data ekstrim terkecil.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Motivasi berprestasi
merupakan karakteristik kepribadian yang cukup penting bagi semua staf. Karena
motivasi berprestasi yang tinggi akan teraktualisasi dalam unjuk kerja yang
optimal, demikian pula sebaliknya. Hasil-hasil penelitian terdahulu menunjukkan
adanya hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar
ataupun prestasi bekerja.
Demikian halnya autonomy adalah salah satu karakteristik
kepribadian yang diperlukan bagi seorang staf khususnya pada level pimpinan.
Jika diperhatikan autonomy/kemandirian
yang dimiliki oleh para staf UNS ada pada kategori cukup. Ini berarti umumnya
para staf UNS memiliki tingkat kemandirian yang cukup.
Variabel ketiga dari
karateristik kepribadian dalam penelitian ini adalah penyesuaian diri.
Penyesuaian diri sangat dipentingkan bagi setiap individu yang dalam kehidupan
kerjanya banyak berhubungan dengan orang lain. Untuk itu faktor ini sangat
penting bagi seorang staf UNS, karena mereka dalam bekerja hampir selalu
berhubungan dengan yang lain apakah itu hubungan struktural (dengan atasan
maupun bawahan) atau horisontal dan konsultatif (hubungan antarlevel struktur
yang sederajat atau dengan pihak lain). Jika diperhatikan kemampuan rata-rata
penyesuaian diri para staf UNS menunjukkan pada kategori kurang. Ini berarti
bahwa penyesuaian diri para karyawan UNS kurang. Hal ini dimungkinkan karena
iklim kerja yang dipengaruhi oleh pola kepemimpinan serta budaya sehingga
kurang kondisi yang menunjang hubungan timbal balik antara sesama dan antara
pimpinan dan bawahan yang akibatnya memberikan penyesuaian diri yang kurang
lentur dan kurang terbuka, objektif.
Terakhir, variabel
prestasi kerja. Prestasi kerja staf UNS merupakan aktualisasi potensi
kepribadian yang mereka miliki dalam merespon setiap tugas atau proses berinterakasi
mereka dengan lingkungan dimana mereka bekerja. Kemampuan atau prestasi kerja
dipengaruhi oleh banyak variabel. Variabel karakteristik pribadi sebagaimana
dikaji dalam penelitian ini hanyalah sebagian dari totalitas karakteristik
pribadi individu yang menentukan atau memberikan sumbangan terhadap prestasi
kerja. Variabel atau faktor-faktor lingkungan kerja baik itu person maupun
nonperson, manajemen dan sebagainya dapat pula sebagai fasilitas bagi individu
untuk prestasi kerja secara optimal atau sebaliknya. Semakin
kondusif/lingkungan kerja akan memacu individu untuk bekerja optimal, sehingga
menghasilkan prestasi kerja yang optimal. Ini dapat pula berarti sebaliknya.
Berdasarkan hasil
analisis dan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menarik
ditindaklanjuti. Tindak lanjut penelitian dapat bersifat verifikasi atau
replikasi dengan penyempurnaan pada aspek metode penelitiannya atau pada kajian
pustaka mutakhir dan relevan. Disisi lain dapat digunakan untuk menentukan
pengembangan diri para karyawan dan menemukan hambatan bagi yang bermasalah. Di
samping itu berdasarkan hasil analisis data pula diperoleh kondisi riel
karyawan, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut untuk meningkatkan kepribadian
agar dapat optimal yang berdampak pula pada meningkatnya kinerja serta prestasi
kerja para karyawan sesuai dengan tujuan universitas. Peningkatan tersebut
dapat dilakukan melalui pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi atau sesuai
dengan tuntutan bidang pekerjaan di mana karyawan tersebut ditugaskan. Dan,
atau mengikuti pendidikan nonformal, yaitu melalui kegiatan short program, pelatihan sesuai dengan
tuntutan bidang pekerjaan di mana karyawan ditugaskan/dipekerjakan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil
analisis dan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menarik
ditindaklanjuti. Tindak lanjut penelitian dapat bersifat verifikasi atau
replikasi dengan penyempurnaan pada aspek metode penelitiannya atau pada kajian
pustaka mutakhir dan relevan. Disisi lain dapat digunakan untuk menentukan
pengembangan diri para karyawan dan menemukan hambatan bagi yang bermasalah.
Berdasarkan kesimpulan
tersebut di atas, maka dapat direkomendasikan atau disarankan beberapa hal yang
bersifat praktis dan teoretis: (1) kecenderungan kepribadian staf UNS yang
meliputi motivasi berprestasi, otonomi/kemandirian dan penyesuaian diri yang
berada pada kategori cukup dan masih dapat ditingkatkan melalui berbagai
pendekatan, misalnya perbaikan manajemen (TQM) dan pelatihan-pelatihan; (2)
berdasarkan analisis korelasional antarvariabel yang hasilnya menunjukkan tidak
ada hubungan yang signifikan antara variabel, maka kesempatan lain dapat
dilakukan penelitian ulang (replikasi). Penelitian replikasi yang dimaksudkan
adalah dengan memodifikasi metodologi, misalnya: menambah jumlah sampel,
memvalidasi instrumen dengan subjek yang representatif. Atau, agar dalam
penelitian ini dapat diperoleh informasi lebih mendalam tentang aspekaspek yang
dikaji, maka terkait dengan hal ini dapat digunakan pendekatan kualitas.
KETERBATASAN PENELITIAN
Dalam
jurnal penelitian ini belum mengoptimalkan bagaimana karakteristik pada tiap
tiap karyawan, menurut saya setiap orang pasti mempunyai karakteristik yang
berbeda pula sehingga dalam penyesuaian diri mungkin lebih susah untuk diciptakan,
oleh karena itu karakteristik karyawan juga berpengaruh penuh dalam prestasi,
kemandirian dan penyesuaian diri dalam bekerja.
KEKUATAN PENELITIAN
Dalam
jurnal penelitian ini kita diajarkan bagaimana bekerja dengan semangat penuh
untuk mencapai prestasi, kemandirian dan penyesuaian diri dalam bekerja, jurnal
ini lebih bisa memotivasi kita bagaimana menjadi karyawan yang mempunyai nilai
jual yang tinggi dan menjadi karyawan yang lebih bisa membanggakan
perusahaannya.
RISET SELANJUTNYA
Riset
selanjutnya menurut saya mungkin lebih mengarahkan karyawan terhadap
karakteristik yang mereka miliki sehingga karyawan tersebut akan lebih mudah
dalam menyesuaikan diri dan lebih termotivasi terhadap pekerjaannya.



min ada resensinya gak? saya butuh gitu untuk tugas kuliah?
BalasHapus